SHARE

Gue masih ingat sekali ekspresi Audrey Hepburn ketika ia menyanyikan ‘Moon River’ di film Breakfast At Tiffany’s. Betapa mata bulatnya membuat gue terpesona. Betapa perannya sebagai Holly Golightly membuat gue jatuh cinta. Betapa gue iri sekali pada ketampanan George Peppard (Paul Varjak) di film ini. Saking cintanya gue sama Breakfast At Tiffany’s dan Audrey Hepburn, gue berhari-hari mendengarkan lagu Moon River tanpa henti. Bahkan sampai hari ini pun, ketika Moon River mengumandang, gue akan memejamkan mata dan tersenyum.

Paul Varjak: I love you.
Holly Golightly: So what.
Paul Varjak: So what? So plenty! I love you, you belong to me!
Holly Golightly: [tearfully] No. People don’t belong to people.
Paul Varjak: Of course they do!
Holly Golightly: I’ll never let ANYBODY put me in a cage.
Paul Varjak: I don’t want to put you in a cage, I want to love you!
Holly Golightly: It’s the same thing.
Paul Varjak: No it’s not. Holly…
Holly Golightly: I’m not Holly. I’m not Lula Mae, either. I don’t know who I am! I’m like cat here, a couple of no-name slobs. We belong to nobody and nobody belongs to us. We don’t even belong to each other.

Holly Golightly: I’ll tell you one thing, Fred, darling… I’d marry you for your money in a minute. Would you marry me for my money?
Paul Varjak: In a minute.
Holly Golightly: I guess it’s pretty lucky neither of us is rich, huh?
Paul Varjak: Yeah.

Holly Golightly: What do you do, anyway?
Paul Varjak: I’m a writer, I guess.
Holly Golightly: You guess? Don’t you know?
Paul Varjak: OK, positive statement. Ringing affirmative. I’m a writer.

Aduh. Gue bercita-cita, suatu saat, jika gue menulis skenario film, gue ingin membuat dialog sehebat dialog di atas. Sederhana, relatable, bikin baper.

Buat gue, Breakfast At Tiffany’s adalah salah satu film yang tak akan lekang oleh zaman. A classic. Sama seperti dwilogi Before Sunrise – Before Sunset (yang Before Midnight belum gue tonton). Film yang hanya diisi oleh dua orang yang berbicara tentang segala macam tanpa membuat penonton mati kebosanan. That’s my kind of movie.

Kemudian, gue juga suka banget sama Notting Hill-nya Julia Roberts dan Hugh Grant, The Holiday-nya Kate Winslet, Jude Law, Cameron Diaz, dan Jack Black, Closer-nya Jude Law, Natalie Portman, Clive Owen dan Julia Roberts, dan film wajib setiap natal: Love Actually. Alan Rickman, Hugh Grant, Keira Knightley, Emma Thompson… Aduh, I can never be bored with these movies. Berapa kalipun ditonton, gue tetap antusias.

The thing about good movies is, they make you feel good. They make you smile, laugh, cry, and sad. They provide you with emotions. Not just something to waste your time with. Good movies, give me meaning.

Lalu, gimana sama film Indonesia? Yang paling melekat di ingatan gue selain classic versi WARKOP DKI (Dono Kasino Indro) dan film setan yang dibintangi Suzanna (bang, satenya bang! Sate dua ratus tusuk, makan di sini!), adalah Badai Pasti Berlalu dan Ada Apa Dengan Cinta (AADC). Kenapa kok cuma segitu? Karena referensi film Indonesia gue tidaklah banyak. HAHAHA! (jujur lebih baik daripada sok tau, kan?)

But seriously, siapa sih yang nggak tau film AADC? Rangga dan Cinta mendadak menjadi legenda dan membuat semua orang menanti kelanjutan kisah mereka yang rada gantung di ending AADC 1. Apakah Rangga tetap judes? Apa Cinta masih semedi di goa lalu lari ke pantai? Terus, Rangga ngapain sih, di New York?! We want to know the answers!! Makanya, gue excited banget waktu diundang ke acara Magnum di Magnum Cafe tanggal 16 Februari kemarin.
Satu. Gue doyan esgrim.
Dua. Gue memang suka banget sama Magnum Classic maupun yang almond.
Tiga. Ada Mira Lesmana dan Nicolas Saputra (walaupun cedih si Dian Sastro nggak nongol) ngomongin AADC 2. Dan keempat, Magnum, yang meluncurkan kampanye Taste The Classic, di acara ini memberikan dukungan penuh ke AADC 2 untuk menjadi a timeless movie.
MyMagnumID_2016-Feb-16-1

MyMagnumID_2016-Feb-16-2

MyMagnumID_2016-Feb-16

Aduh. Bulan April tanggal 28, cepatlah datang!

Sebelum Mira dan Nico ngobrol, ada Raline yang ngobrolin timeless fashion. And me being me, awalnya nggak mengenali dia. Gue nanya ke Jenny yang duduk di samping gue, eh, itu siapa sih? cantik amat? Jenny dengan judesnya menjawab, ITU RALINE, BEGO. Ih, pantes elo jomlo, Jen. *digaplokin*
raline

Lalu mulut gue membentuk huruf O tanpa suara.

Kemudian gue teringat saat makan siang di Sumba Timur, di Waingapu, di sebuah resto, ada Nico di restoran yang sama, dan gue baru ngeh saat teman gue ngasih tau. Iye, gue separah itu memang dalam mengenali wajah. Tapiiiiii, siang itu gue langsung mengenali wajah Marcell dan Nico dan Mbak Mirles, lho. Prestasi besar buat gue. Dan obrolan siang itu di Magnum Cafe membuat gue makin nggak sabar untuk segera nonton AADC 2.

Lokasi syuting di antaranya, New York. Hampir semua cast nongol (HAI MAMET KAMU APA KABARNYA SIHHH? *ikrib), kisah tentang cinta dan persahabatan yang dipastikan kembali terulang di sini. Rangga dan Cinta. Rangga. Dan. CINTA!

Ya namanya acara Magnum, tentunya nggak afdol kalau nggak menyimak sambil makan esgrim, ye gak?

DSCF6029
Ini Nico kayaknya terpana dan takjub liat Marcell mamam esgrim, ya… xDD

Ketika magnum classic, magnum almond, dan magnum white chocolate dibagi-bagiin, sebenarnya gue kepengin colong selusin. Mayan, buat stock satu minggu. Tapi gue teringat, sebagai orang yang baik hati dan berbudi luhur, maka tidak sepantasnya gue mengambil sebanyak itu. Jadi gue cuma ngambil sebelas saja. *nggak, deng, gue cuma ngambil satu dengan wajah malu-malu* *dan tentunya gue bawa pulang itu goodie bag berisi usb unyu bergambar esgrim magnum* *mau gak mau gak mau gak?*
DSCF6035

DSCF6022

Begitulah acara siang itu. Magnum mendukung AADC2 untuk jadi classic. Esgrim gratis. Ketemu teman-teman. Liat Raline Shah. Dengerin Mira Lesmana dan Nico bercerita tentang AADC 2. So, yes, I am waiting patiently for AADC 2, and I know you are too!

Eh, eh, sebelum gue lupa, film romantis klasik kesukaan kalian apa aja? Mau nambah daftar tontonan, nih. Share dong di kolom komen. Pasti yang baca juga kepengin tau dan pengin ikutan nonton!