SHARE

Kayaknya hari gini, semua kegiatan traveling selalu dimulai dengan berburu tiket murah. Contohnya, gue. Dulu banget, gue pernah dapet tiket supermurah ke Jepang. PP cuma 965rebu. Seriusan. Sembilan Ratus Enam Puluh Lima Ribu Rupiah Pulang Pergi sumpeh gak boong!

Euforia dapetin tiket mureh ke Jepang menjadi layu ketika menjelang hari keberangkatan, gue dapet deadline skenario buanyaknya ngalahin seberapa sering dia PHP-in kamu. Dengan amat sangat terpaksa, melayanglah sudah harapan pergi ke Jepang dengan harga tiket kurang dari sejuta.

Tapi, gue yakin banget, kalau saat itu gue belum berkesempatan pergi ke Jepang, suatu hari nanti, entah kapan, gue pasti akan pergi. Keyakinan itu gue pegang terus walau gue masih belum melihat ‘lights at the end of the tunnel’. Dan ketika elo berani bermimpi dan lebih berani mewujudkannya, ‘cahaya’ yang dijanjikan pasti akan muncul.

Dan tentunya, munculnya lewat tiket murah juga. Hihihi.

Berawal dari keinginan menonton konser Coldplay di Tokyo, gue dan pacar membeli tiket Garuda yang memang lagi sale. Apakah gue berhasil nonton Coldplay di sana? Nggak. Tiketnya sold out karena konser Ghost Stories mereka berjudul ‘intimate concert’, yang artinya cuma diadakan di tempat kecil dengan jumlah penonton terbatas. Apakah gue lantas tak bersenang-senang? Let’s just say, perjalanan ke Jepang pertama kalinya membuat gue berjanji ke tukang becak (atau rickshaw kali, ya) di Kyoto yang lebih pantas menjadi lead di sinetron saking gantengnya, bahwa gue akan ke Jepang minimal 4 kali. Summer, Autumn, Winter dan Spring.

Janji itu sudah dipenuhi setengahnya. Setelah musim panas 2014, musim semi 2015 menjadi kali kedua gue pergi ke Jepang. Nih, satu foto pamer:

Alex

Bosen, nggak? Boro-boro! Yang ada makin sayang, seperti sayang wota-wota pada oshinya. #eaaa Jadi, gue masih harus ke Jepang dua kali lagi. Musim gugur dan musim dingin. Mungkin nggak tahun ini, mungkin nggak tahun depan. Namun gue tau, selama gue masih hidup, gue akan berusaha mewujudkannya.

Iya, lewat tiket murah. Hihihihi (lagi)

Makanya, gue nggak pernah melewatkan info tentang travel fair. Biasanya akan muncul harga fantastis (walau nggak mungkin banget dapet tiket 965K ke Jepang bolak balik di zaman sekarang, bahkan dengan budget airlines) yang membuat gue impulsif tau-tau udah beli tiket aja. Begitu tau ada Garuda Travel Fair, gue semangat banget! Sampe ngikutin berita konferensi pers mereka karena gue pengin tau, tiket murahnya ke mana aja dan berapa harganya.

Mata sipit gue melotot ketika tau bahwa Garuda sale tiket ke Tanjung Pandan PP kurang dari 400k! Gak tau Tanjung Pandan? Coba deh, google keyword ini: PANTAI DI BELITUNG. Yak. Selamat ngiler berember-ember.

Gue nggak tau gimana keadaan di 16 kota lain yang juga menggelar Garuda Travel Fair. Yang jelas, pas gue ke JCC tanggal 4 April, yasalam penuh sesak! Walau harus nyelip-nyelip sana-sini (terima kasih tuhan saya masih langsing singset dan seksi), untuk mencari info sekiranya tiket apa yang wajib dibeli, gue merasa senang karena makin banyak orang yang menyadari bahwa traveling bukan sekadar gaya hidup tapi sudah merupakan kebutuhan. Iya, lah. Masak udah kerja melulu, pikiran dan badan nggak diajak rileks dengan ngeliat tempat lain yang cakep-cakep?

Sekitar lebih dari 40 travel agent dipenuhi calon pelanggan yang rata-rata berwajah antusias. Gue sering banget mendengar pertanyaan, “Ke Jepang berapa, Mas, tanggal segini?” “Tiket ke Melbourne diskon gede, yaaaa?” “Waduh, ada diskonan ke Amsterdam jugaaaa?” Gue nyengir melihat para manusia kalap yang rata-rata anak muda pemburu tiket liburan ini, karena gue juga merasakan excitement yang sama.

FullSizeRender 4

Mampirlah gue ke salah satu booth travel agent. Niatnya, sih, iseng nanya harga tiket ke Melbourne. Jawaban yang gue terima, membuat gue sedikit melongo, “Belinya nanti aja, Mas, pas happy hour.”
“Hah?”
“Bisa dapet diskon lebih banyak. Sampe 80 persen!”
“WHAT?! ITU JAM BERAPA?!”
“Ntar, pukul 6 sore sampe 9 malem. Tapi terbatas kursinya.”
Dengan penuh semangat dan harapan yang membumbung tinggi akan janji diskon 80%, gue memutuskan kembali nanti sore saja.

Dan ternyata gue lupa balik. Besoknya juga lupa. Tiket ke Tanjung Pandan? Jangan sedih, lupa gue beli juga.

Bego, deh, elo, Lex…

Well, gue anggap belum rezeki nggak dapet tiket mureh karena kebegoan gue yang sampe lupa. Maka bersyukurlah kalian yang dapet tiket diskonan kemarin di #GATravelFair. Tahun depan gue bakalan ikutan untuk membalas sakit hati ini, Fulgoso!

Supaya rasa iri gue kepada para pembeli tiket murah sedikit terobati, maka gue mau pamer foto liburan ke Jepang juga. Tips dan trik dan cerita Jepang, (mungkin) di postingan selanjutnya, yheaa. Ingat, berani bermimpi, berani mewujudkan!

20150409_114510
20150409_115732
20150409_115337
20150409_111247
20150409_105939
20150409_105919
20150409_105901
20150409_105845
20150409_102157
20150409_101856