SHARE

“Jon, futsal yok, ntar sore!”

“Okeh! Di tempat biasa?”

“Iye! Jangan telat, lo! Dan nggak usah ngomong sama cewek lo, ntar ribet!”

“Bawel lo kayak emak-emak!”

Setelah telepon ditutup, Joni terpekur sendiri, dan berpikir bagaimana caranya mendapatkan izin dari ceweknya, Molly. Terakhir dia minta izin untuk futsal, berakhir petaka karena dia tak pernah paham kode. Duh, cewek dan kode… Duh, Robert Langdon, can you help me?

Dua minggu yang lalu, Joni mengalami kejadian serupa. Setelah diajak main futsal, dia segera menghubungi Molly dengan hati senang. Udah lama nggak main futsal! Kaki udah gatel!

“Hai, Babe!”

“Hi, baby…”

“Kamu lagi apa?”

“Aku lagi bete banget soalnya ditinggal Mama seharian ke salon! Aku mau ikut eh dia bilang perawatan aku banyak dan macem-macem dan dia nggak mau bayarin aku! Gimana aku nggak kesel coba! Padahal aku udah dua minggu nggak facial-creambath-meni pedi. Ih! Mama emang gitu deh, padahal biaya ke salon dia kan lebih mahal dari aku.”

“….”

“Baby? Kok kamu diem?”

Joni tergagap dan otaknya langsung ngefreeze nggak tau harus merespon apa. Cewek emang gitu, ya? Cowok ngomong tiga kata, dia balesnya satu paragraf tanpa napas.

“Oh, aku lagi mencerna omongan kamu. Hehe. Terus hari ini kamu di rumah aja?”

“Iya, nih. Tapi gak apa-apa. Ada serial kesukaan aku. Hehe!”

Joni menarik napas lega banget. Molly udah nggak bete lagi, artinya, dia bisa minta izin dengan tenang.

“Babe, aku nanti sore main futsal sama temen-temenku, ya?”

“Oh.”

“Boleh nggak, Babe?”

“Oke. Have fun, ya.”

“Yay. Makasih, babe. You’re the best.”

Setengah jam kemudian, Joni udah nyetir ke tempat main futsal. Setelah parkir mobil, sebuah SMS dari Molly masuk.

“HAVE FUN, YA! :)”

Joni lagi-lagi tersenyum senang, sambil berkata dalam hati, “Pacar gue perhatian banget. Sampe dua kali ngomong have fun-nya. Hehe.“ Joni was dead wrong.

Perang dunia entah ke berapa meletus malam itu. Molly ngamuk karena Joni beneran have fun, sementara Joni nggak ngerti salah dia di mana.

“Kalo aku udah bilang HAVE FUN, artinya KAMU NGGAK BOLEH PERGI!”

“Lah, kenapa kamu nggak bilang terus terang aja kalo aku nggak boleh pergi?”

“Tuh, kan! Kamu jadi cowok gak peka banget! Ngertiin aku, dong!”

Dalam hatinya, Joni ngedumel, “Peka, peka.. lo kate gue ujung titit…” Tentunya, Joni nggak ngomongin isi hatinya ke Molly. Bisa ngamuk lagi ceweknya kalo digituin. Jadi, Joni cuma tersenyum sepet sambil minta maaf. Sometimes, you say sorry not because you’re really sorry, but because it’s the right thing to do. Daripada ribut lagi, iya, nggak?

 

Sekarang …

 

“Hai, Babe!”
“Hai, babyyy! Ih, kamu tau nggak, aku baruuuu aja mikirin kamu. Eh, tau-tau kamu udah nelpon aku. Hehe. Aku langsung seneng banget. Udah berapa kali nih kejadian kayak gini. Akunya bengong mikirin kamu, kamunya nelpon aku. Thank you, Babbyyyyy! You just made my day!”

Tuh, kan… Dua kata dibalas satu paragraf lagi. Tapi tak apa, pertanda baik, nih. So, Joni goes on…

“Aku seneng kalo kamu seneng, Babe. Kamu gak jalan sama temen-temen kamu?”

“Jalan, kok. Palingan bentar lagi mereka datang.”

“Wah, sip. Have fun, ya, sama temen-temen kamu.”

“WHAT?”

“Aku bilang, have fun ya, sama temen-temen kamu… kenapa?”

“KAMU NGGAK USAH PAKE KODE DONG SAMA AKU! Bilang aja kamu nggak mau aku pergi! Lagian kenapa sih kalo aku pergi sama temen-temenku? Mereka cewek semua, kok! Nggak usah ngekang ngapa kalo jadi cowok!”

Joni gelagapan setengah mati. Ini cewek kok di-have-fun-in malah ngamuk?! D’oh!

“Babe, dengerin dulu. Aku bilang have fun ke kamu, ya artinya aku beneran mau kamu have fun, soalnya aku nanti juga …”

“Halah boong kamu! Sengaja, ya?! Kamu mau bales waktu itu aku have-fun-in kamu, ya?!”

“MasyaAllah, nggak, Babe! Aku mana ngerti kode, sih?”

“KAMU NYELA AKU YANG HOBI KODE?!”

Oh, God. Can you just kill me?  Joni menghela napas panjang sekali.

“Apa kamu napas-napas?!”

Cewek kalo lagi marah, napas aja gak boleh. Ampun!

“Babe!! Dengerin baik-baik! Aku ini cowok! Kami, para laki-laki nggak paham bahasa kode perempuan! Kamu minta dingertiin, oke! Kamu sukanya bahasa kode, fine! Aku akan berusaha belajar ngertiin bahasa kode perempuan, walau aku nggak pernah akan ngerti kenapa kalian nggak langsung to the point aja. Tapi, kalau aku udah bilang “have fun” ke kamu, aku gak pake bahasa kode. Okay?! I want you to really have fun. Do you get my point?”

“Okay.”

“Nah. Gitu, dong. Aku nanti sore mau futsal sama temen-temenku, ya.”

“Okay. Have fun.”

“Yay. Thank you, Babe. You’re the best.”

Sedetik kemudian, Joni teringat sesuatu.

“Babe. Ini ‘have fun’ kamu have fun as in you really want me to have fun playing futsal with my friends, or your ‘have fun’ means I’m in big trouble if I go?”

“Menurut kamu yang mana?”

“Kan kamu tau aku nggak ngerti kode…”

“Kan katanya kamu mau belajar?”

“Babe …”

“Jadi menurut kamu yang mana?”

Joni tambah merana. Duh, Gusti …

 

 

Menurut kalian,  “have fun”-nya Molly artinya apa? Share in the comment box! :D