SHARE

Gue merasa sangat terganggu sekaligus tergelitik dengan beberapa mention malam ini, tentang topik ‘selingkuh’. Ada beberapa mention yang kira-kira intinya begini, “Karena gue diselingkuhi, maka gue lah yang harus introspeksi diri.” “Gue diselingkuhi karena gue nggak cukup baik.” “Gue diselingkuhi, itu karena salah gue. Seharusnya gue begini, begina, beginu…”

Sebelum membalas mention-mention tersebut, gue terdiam beberapa saat, dan berpikir, masak iya, sih, sampai segitunya pola pikir cewek-cewek zaman sekarang? Ini tahun 2013, kan? Ini bukan zaman dinosaurus main bekel, kan? ¬†Cowok elo yang selingkuh, tapi elo menyalahkan diri elo? Cowok elo yang bangsat, elo yang merasa bersalah? Like, seriously? Apa iya, perempuan-perempuan zaman sekarang (yang katanya udah feminis) masih mempunyai perasaan bahwa ‘posisi gue di bawah cowok’, ‘derajat cowok lebih tinggi dari gue’, dan ‘gue cewek, gue bisa apa selain menerima apa adanya?’ Ridiculous. And … pathetic.

Let’s take a moment and absorb several things here.

Dalam sebuah hubungan percintaan, no matter you’re in straight or gay relationship, selalu akan ada masalah. SELALU. No relationships are problems free. Lalu, bagaimana menyikapi masalah? Apakah dengan selingkuh? Tentunya nggak, kan? Pasti ada fase elo pengin omongin masalah dengan cowok/cewek elo. Pasti elo mau cari solusi.

“Tapi gue udah gak cinta sama dia lagi.”

Ya bukan berarti jalan keluarnya adalah dengan selingkuh. What do you expect? Apa elo mikir dengan selingkuh lalu elo akan kembali cinta sama dia? Kalo udah gak cinta, kenapa gak putus aja sekalian?

“Tapi gue nggak pengin putus…”

Ya omongin masalahnya. Jangan malah selingkuh. Nggak mau putus, tapi maunya selingkuh. Sama aja elo serakah dan gak tau diri.

“Tapi gue penyebab masalahnya, makanya dia selingkuh.”

I’d say, you’re pathetic. Elo udah tau elo membuat masalah, lalu dia melihat celah/lubang untuk selingkuh, lalu elo menyalahkan diri sendiri. You let your guilts punish you. You let your brain stopped working. You don’t think clearly. Kalo elo penyebab masalah, maka elo harus cari solusi. Bukan malah menyalahkan diri elo karena dia selingkuh. Kalo elo penyebab masalah, dan dia nggak mau kerjasama dalam mencari solusi tapi malah selingkuh, apakah orang seperti itu layak lo pertahankan? Apakah orang semacam itu layak elo beri tempat di hati elo? Apakah elo masih mau terus menerus menyalahkan diri that you’re not worth it? Mau-maunya aja dibego-begoin? Elo cari masalah. Dia lari dan selingkuh. Satu kata: PUTUSIN.

Have some respect to yourself. Just because you’re a girl, it doesn’t mean all the blame is on you. Just because he cheated, it doesn’t mean it’s all your fault. Just because he cheated on you, it doesn’t mean you’re not worth it. Respect yourself. Ubah cara pikir kalian. Kalo dia yang selingkuh, artinya dia yang bangsat. Sekian.

Akhir kata: no matter how bad a relationship is, cheating is never an answer, or the way out. EVER.

 

Sekali lagi. Girl, respect yourself.

 

SHARE
Previous articleTotal Recharge
Next articlePlease, Do Not Visit Banyuwangi, Because…
I have a lot of stories to tell. That's why I write. That's how I become immortal. New book: #SomewhereOnlyWeKnow