SHARE

Apakah berbicara dengan mata bisa menjamin hati tak lagi merasa?

Jika mimpi-mimpi yang mengkristal tak lagi bisa dirasa, mengapa masih memimpikan mimpi yang menghadirkan sunyi?

Mungkin aku akan memampatkan sunyi pada tabung malam, hingga ia akan mulai menyanyikan nada sedih pada kelam

SHARE
Previous articleKau. Aku. Kita?
Next articleLove and Hate

I have a lot of stories to tell. That’s why I write. That’s how I become immortal. New book: #SomewhereOnlyWeKnow