SHARE

Tahun 1997 adalah tahun yang bersejarah banget. Dari meninggalnya Putri Diana, sampai terbitnya salah satu novel yang paling populer dalam sejarah: Harry Potter and the Philosoper’s Stone. Tak ada yang menyangka Harry Potter and the Philosoper’s Stone atau Harry Potter and the Sorcerer’s Stone akan menjadi best-seller di mana-mana, digila-gilai, dan membuat J.K. Rowling menjadi salah seorang penulis perempuan tersukses di dunia.

7 buku dan 8 film kemudian, demam Harry Potter telah menggurita dan mengglobal. Gue termasuk salah seorang yang tergila-gila, dan iri setengah mati karena di Orlando sana, tepatnya di Universal Studio, ada The Wizarding World of Harry Potter. Melihat foto-fotonya di internet membuat gue menelan ludah berkali-kali, tak berani membayangkan apa yang akan terjadi jika gue sampai pergi ke Amerika dan mendarat di Universal Studio Orlando. Sebuah mimpi yang terkubur sampai beberapa bulan yang lalu.

IMG_5602 IMG_5601

Begitu melihat salah satu teman mengunggah foto dengan latar Hogwarts, mata sipit gue membelalak. Gue bertambah heboh ketika tahu itu di Osaka, Jepang, yang juga menjadi tujuan liburan gue. Wah, pas! Buru-buru, gue mencari berbagai info, googling sana googling sini, melihat berbagai foto, hingga gue memutuskan: oke, nggak mungkin banget kalau pergi ke Jepang tanpa ke Universal Studio Osaka!

DSCF9015_Fotor IMG_5599

Setelah mengantungi informasi yang sepertinya cukup dan beberapa tips dan trik dari teman, gue tiba di Universal Studio Harry Potter pagi-pagi sekali. Rupanya bukan cuma gue yang berpikiran demikian. Universal Studio Osaka sudah menjadi lautan manusia pagi itu. Dengan jantung deg-degan, gue mengantre tiket masuk. Tiket masuk ke Universal Studio Osaka yang lumayan mahal sudah dibeli, giliran Express Pass. Kenapa ada dua macam? Sebenarnya, kalau rela mengantre berjam-jam untuk masuk satu wahana, maka Express Pass tak perlu dibeli. Tetapi gue tak mau menghabiskan waktu untuk menunggu tiga sampai empat jam untuk mencoba wahana yang hanya berdurasi satu sampai dua menit, maka Gue memutuskan membeli Express Pass. Sepagi itu, Express Pass yang tersisa hanya Express Pass 5 dan 3. Express Pass 7, yang memungkinkan kita menaiki 7 macam wahana terpopuler di US Osaka termasuk The Wizarding World of Harry Potter sudah habis. Total ‘investasi’ tiket masuk dan Express Pass 5 pagi itu jika dikonversi ke rupiah: satu juta lebih. Tak apa.

Setelah tiket masuk dan Express Pass, tinggal satu hal lagi yang harus dilakukan: mengantre jatah tiket masuk ke The Wizarding World of Harry Potter. Karena banyaknya manusia yang ingin masuk ke sini, maka Universal Studio mengeluarkan kebijakan Timed Ticket. Di tiket ini tertera kapan kita boleh memasuki wahana Harry Potter supaya di dalam sana tak terlalu penuh oleh manusia. Begitu sudah masuk, terserah berapa lama yang mau dihabiskan. Gue sangat kecewa begitu mendapat tiket pukul 18.30, yang artinya gue harus bersabar lebih dari sepuluh jam.

Gue tahu sekali, menunggu adalah pekerjaan yang amat membosankan. Maka dari itu, walaupun gue bukan penggemar theme park, gue memutuskan mencoba wahana-wahana yang menurut gue tak akan membuat jantung tertinggal di atas sana ketika sudah turun dari wahana tersebut. Rollercoaster mengerikan Hollywood Dream The Ride dan Hollywood Dream The Ride Backdrop yang berjubel peminatnya jelas gue lewatkan. Gak mungkin banget, deh, kalo gue sampai naik rollercoaster yang jalannya mundur kenceng banget, terus muter-muter  dan dibolak-balik. Hiy! OGAH! Keberanian gue naik rollercoaster hanya sebatas Halilintar di Dufan, itu pun kalau terpaksa dan dipaksa teman-teman gue.

Sebelum masuk ke area Harry Potter, rupanya di pojokan belah sono ada toko Harpot. WAH, AHZEK. Gue masuk dan langsung bahagia! (plus, duit jajan menipis karena nggak mungkin gue nggak jajan di sini! xD)

FullSizeRender 31_Fotor IMG_5539_Fotor IMG_5538_Fotor IMG_5537_Fotor IMG_5550 IMG_5541_Fotor

Kelar dari toko Harpot, gue mulai ngider dan maen wahana ini wahana itu. Ada yang keren, biasa aja, sampe ke keren parah. Tapi, bukan ini yang gue mau. Detik, menit, jam berlalu. Gue sudah mulai bosan dan gelisah. Ketika waktu menunjukkan pukul 16.30. Kenekatan gue bertanya ke petugas di depan area Harry Potter berbuah kalimat, “Come back in two hours.” Yah, gagal, deh. Mau ngerayu si petugas juga percuma. Orang Jepang itu terkenal banget sama disiplinnya. Wong Shinkansen aja tepat waktu. Telat satu menit, ya ditinggal.

Satu setengah jam kemudian, rasa rindu itu tak tertahankan. Akhirnya, beberapa menit sebelum pukul 18.30, gue diizinkan masuk ke area The Wizarding World of Harry Potter!! Wuidih! TUMBEN, MZ JAPONNNN! :D :D

Kalau kalian pernah menjalani hubungan LDR dan menantikan detik-detik bertemu pasangan setelah sekian tahun tak bertemu, kira-kira begitulah sensasi yang Gue rasakan saat itu. Rasa cemas, senang, jantung berdebar, perut bergejolak, senyum yang tak pernah lepas dari wajah bercampur jadi satu dan terjadi pada saat yang bersamaan. Dari jauh, menara-menara Hogwarts yang menjulang terlihat gagah dengan latar langit abu-abu yang mulai menggelap. Gue kembali bergegas, tak sabar.

Langkah gue memelan ketika melihat Ford Anglia biru muda yang bagian depannya penyok karena menabrak pohon di depannya, persis seperti di buku kedua Harry Potter: Harry Potter and the Chamber of Secrets. Adegan Ron dan Harry yang terbang ke Hogwarts menaiki mobil terbang yang juga bisa menghilang kembali berputar di kepala. Gue nyengir tak henti-henti ketika berpose di depan mobil legendaris ini. Padahal, masuk ke area Hogsmeade saja belum!

DSCF8950_Fotor DSCF8951_Fotornggak mungkin nggak nampang di sini. :)))))
Di depan gerbang Hogsmeade, gue berhenti berjalan. Diam selama beberapa menit, menatap hampir tanpa kedip ke barisan rumah-rumah berbentuk aneh yang atapnya tertutup salju buatan, ke jalanan berbatu yang mengular dan berakhir di kastil Hogwarts, kerumunan orang yang keluar masuk, semuanya berwajah bahagia, anak kecil yang merengek minta dibelikan butterbeer ke orang tuanya sambil berjalan melewati gue yang masih bengong, gerbang menjulang yang menutupi sebagian bentuk rumah-rumah di dalam, serta tulisan yang menggantung di bawah gerbang, “Hogsmeade, please respect the spell limits.”
IMG_5667
Belum melewati gerbang saja gue sudah merinding berkali-kali, setengah tak percaya sudah memasuki dunia Harry Potter. Perlahan, gue bergerak masuk, dan berhenti di bawah gerbang, tak memedulikan senggolan di bahu oleh orang-orang yang keluar masuk. Beberapa menit mematung, gue kembali berjalan, tak henti-hentinya berdecak kagum oleh detail luar biasa yang diciptakan Universal Studio Osaka. Sama sekali tak ada kesan ‘cheesy’ atau ‘terlalu anak-anak’ di The Wizarding World of Harry Potter. If anything, it’s like stepping inside a whole new world, a magical world, completely seperated from outside world. I was so perplexed!

IMG_5632_Fotor
Gue meraba lokomotif Hogwarts, menyentuh rumah berbatu di sepanjang Hogsmeade, meneliti detail setiap cerobong asap, gerobak penjual butterbeer dan tong butterbeer yang superbesar, lautan manusia di sekitar gue, danau buatan yang merefleksikan kastil Hogwarts dengan sempurna, suara tawa dan jerit kagum anak kecil, seruan-seruan manusia yang memasuki Honeydukes, salju buatan (yang sama sekali tak terlihat palsu) di setiap atap bangunan, serta menikmati gigil yang ditimbulkan angin musim semi yang masih bercampur hawa musim dingin di tempat ini.

IMG_5669 IMG_5708 2 IMG_5633_Fotor DSCF9009_Fotor

Semuanya begitu magis. Gue memasuki semua toko di sana. Mulai dari Honeydukes yang menjual Every-Flavour Beans dalam tabung-tabung transparan dan kotak-kotak berwarna-warni, Cokelat Kodok dalam berbagai ukuran, serta berbagai macam permen, cokelat, nougat, dan manisan dalam berbagai bentuk dan ukuran dan warna.

DSCF8995_Fotorharpot6 DSCF9001_Fotor IMG_5645 harpot 5 DSCF9049_Fotor

Bahkan toko tongkat sihir Ollivander pun persis seperti bayangan gue. Dari muramnya penerangan yang ada, berderet-deret kotak tipis persegi yang bertuliskan karakter-karakter dalam Harry Potter (termasuk anggota Death Eaters dan tentu saja, Lord Voldemort), lemari kayu yang berkesan tua dan antik yang menampung ribuan kotak tongkat sihir, sampai ke pelayan yang mondar-mandir dalam jubah khas Harry Potter.

DSCF9040_Fotor DSCF9048_Fotor BELI INI DONG! MUAHAHAHAHAHA!

Gue harus bersusah payah menahan diri untuk tak menjerit histeris di semua toko-toko yang gue masuki, termasuk ketika memasuki The Three Broomsticks dan membayangkan Harry, Ron, dan Hermione duduk di pojokan sambil menyesap Butterbeer di musim dingin. Dalam satu kalimat singkat, semua toko yang disebut di buku ada, dan tentunya, siapa pun bisa membeli hampir semua benda yang disebutkan di buku dan film Harry Potter.

DSCF8988_Fotor IMG_5656

Bahkan jika kita tak memiliki cukup uang untuk membeli dan hanya ingin melihat-lihat, tak akan ada staf yang akan menghentikan kita. Mengambil foto, merekam video, mencoba jubah dan topi sihir dan meminta staff mengambil foto kita berpose di dalam toko walau tak membeli, tetap dilayani dengan penuh senyum, keramahan khas orang Jepang. Kalo di sini mah udah diusir kali, ye…

harpot bangkrut tapi bahagia!

Atraksi utama The Wizarding World of Harry Potter ada di dalam kastil mahabesar Hogwarts. Gue sengaja menjadikan tempat ini sebagai perhentian terakhir karena tak ingin mengantre lama-lama. Pukul 20.30, antrean sudah tak seberapa. Jika menunggu giliran mencoba wahana di theme park terasa membosankan karena tak banyak yang bisa dilakukan, maka di The Wizarding World of Harry Potter hal ini tak berlaku. Gue memasuki gerbang Hogwarts, berjalan pelan-pelan menikmati setiap detail, mengamati dan tertawa melihat foto besar dengan objek yang bisa bergerak-gerak seperti di dalam buku dan film namun berbicara dalam bahasa Jepang, terlongo-longo melihat hologram Profesor Dumbledore di kantornya sedang berbicara dengan Harry dengan pensieve terletak di mejanya, melihat Common Room-nya Gryffindor dan kelas Defence Against the Dark Arts, dan terbengong-bengong melihat ribuan lilin melayang serta kursi-kursi yang bergerak sendiri.

harpot3 harpot4 harpot2 harpot1

Di titik inilah, petualangan Harry Potter and the Forbidden Journey dimulai. Gue kini mengerti kenapa Harry Potter and the Forbidden Journey didapuk menjadi atraksi terkeren sedunia. Kita serasa menaiki sapu terbang (walau sebenarnya kita sedang duduk di kursi dan dilindungi oleh seatbelt), menghadapi barisan dementor yang begitu mengerikan, merasakan hawa panas api dari naga (apinya sungguhan!), menembus kegelapan dengan kecepatan tinggi sementara angin berembus kencang di telinga, berkeliling lapangan Quiddicth bareng Harry Potter sementara Draco Malfoy dengan liciknya menyerang sehingga kita harus bermanuver, berputar, berbelok dengan kecepatan gila-gilaan, berkeliling di atas kastil Hogwarts, menatap deretan rumah kecil di bawah sana, lapangan hijau serta danau yang bergerak cepat, sampai ke adegan menangkap Golden Snitch yang mendebarkan.

Semuanya dipresentasikan dengan teknologi 4K3D yang sempurna. Petualangan yang begitu intens dan menakjubkan ini membuat gue berkali-kali menjerit. Dari jeritan takut, excited, sampai ke jeritan bahagia. It was THE. BEST. RIDE. EVER!

Semua yang gue tau dari buku dan film Harry Potter, divisualisasikan dengan tepat dan megah oleh tempat ini. Gue sengaja tak mencoba The Flight of Hipogriff, sebuah rollercoaster mini yang ditujukan untuk anak kecil, karena gue tau, suatu hari nanti, Gue akan kembali ke The Wizarding World of Harry Potter. Entah di Osaka, entah di Orlando, atau di Hollywood.

I will always remember the time at The Wizarding World of Harry Potter as one of the best moments in my life. And this comes from a person who hates theme park!

IMG_5854

Anyway, gue lagi baik hati, nih. Gue punya tongkat sihir Voldemort. Bawa dari Universal Studio Osaka. Mau gue kasih ke kalian.

IMG_5542_Fotor

Caranya gampang banget, kok:

– subscribe ke blog gue. tuh, ada pencetannya di bawah.
– kasih tau gue kenapa harus elo banget yang dapetin tongkat ini di kolom komen.
– tweet “Woi, @aMrazing! Gue mau tongkat Voldemort-nya biar bisa avada kedavra, dong! amrazing.com/the-magical-world-of-harry-potter”
– done.

Pemenang gue umumkan minggu depan. Ihiks. Komen paling kreatif dan kocak atau mengharukan atau apalah, selama nggak bermuatan SARA-selangkangan-jorok najes, itu dia yang menang.

Good luck and I hope you like this writing!

IMG_5604_Fotor