Fiction

Home Fiction

Kode Maut

  “Sayang, bagusan gaun merah ini, atau gaun sutra biru ini?” Mata Molly berbinar sambil menunjukkan kedua gaun di tangannya kepada Joni, pacarnya, yang menatap...

You Had Me At….

You had me at your manly nods. You lost me at your Tattler pose. Blah. You had me at your smile. You lost me at...

Malin Kundang

Semuanya terasa sama. Pasir yang sama. Warna laut yang sama. Dermaga yang sama. Kemiskinan yang sama. Aku mengerutkan hidung, menahan napas untuk bau busuk...

Kepada Semesta.

Kepada pagi, tawarkan rasa sepi. Sebab dalam ramai, terkadang enggan menghadirkan damai. Kepada hening, mari berbicara. Dari hati ke hati. Sebab nurani yang pernah terkubur, kini...

Anak Kecil, Payung Besar

Anak kecil. Berbaju merah berpayung biru. Air di wajahnya bukan hujan, tapi peluh. Terengah mencari uang saku. Anak kecil. Berbaju merah berpayung biru. Kecipak air di...

Tips Menulis: Tanya, dan Jawab

Kemarin, di kelas menulis novel di Jakarta School yang berlokasi di Bintaro, gue mendapatkan pelajaran sekaligus tantangan yang sangat menarik. Mentor sekaligus guru (AS Laksana)...

Unrequited Love

*lagi-lagi, ini adalah kumpulan tweet gue yang dikasih hashtag #PecahDiUbud yang sudah diedit dan ditambahi ini itu. ENJOY!* I remember when you held my hand...

Kakek dan Teknologi

Satu keluarga sedang makan malam. Mereka bahagia dan tertawa-tawa gembira. Si Ibu keselek saking senangnya. Oh, masing-masing tertawa pada layar hape. Selama makan malam, yang...

3 Sentences, One (love) Story.

Tadi, gue iseng-iseng minta followers untuk ngasih gue satu kalimat. Tujuannya, gue kepengin membuat sebuah cerita dari kalimat yang mereka berikan. Setelah membaca banyak...

SADGENIC: Secangkir Coklat & Dialog Sepi

Link: SADGENIC: Secangkir Coklat & Dialog Sepi sadgenic: Rerintik hujan mengetuk jendela, bulan purnama menggagahi angkasa, langit begitu gelap sekaligus semarak, kilat sesekali mengintip di...

Don't Miss