Kau. Aku. Kita?

Fiction

Home Fiction

Kode Maut

  “Sayang, bagusan gaun merah ini, atau gaun sutra biru ini?” Mata Molly berbinar sambil menunjukkan kedua gaun di tangannya kepada Joni, pacarnya, yang menatap...

Ini Bukan Rindu

Ini bukan rindu. Ini rintik yang menyebut namamu. Bahkan dalam tidur, bahkan dalam mimpi. Bahkan dalam bilur, dan luka di hati. Ini bukan rindu. Ini...

You and Me VS The World, No More.

We hurt each other even in silent. We don’t need to say the words, our eyes were filled with pain already. Maybe it was love....

Kakek dan Teknologi

Satu keluarga sedang makan malam. Mereka bahagia dan tertawa-tawa gembira. Si Ibu keselek saking senangnya. Oh, masing-masing tertawa pada layar hape. Selama makan malam, yang...

Aku. Kamu. Hujan.

Aku dan hujan sedang berlomba. Siapa yang paling juara rintiknya. Seperti ombak yang pecah pada karang yang terkikis air. Seperti Yin yang menelikung Yang pada lingkaran tak...

#PeopleAroundUs: Goodbye, For Good.

  I still remember the day when you’re on your knees and looked me in the eyes and tell me that you loved me. I still...

Kepada Semesta.

Kepada pagi, tawarkan rasa sepi. Sebab dalam ramai, terkadang enggan menghadirkan damai. Kepada hening, mari berbicara. Dari hati ke hati. Sebab nurani yang pernah terkubur, kini...

Tips Menulis: Tanya, dan Jawab

Kemarin, di kelas menulis novel di Jakarta School yang berlokasi di Bintaro, gue mendapatkan pelajaran sekaligus tantangan yang sangat menarik. Mentor sekaligus guru (AS Laksana)...

You Had Me At….

You had me at your manly nods. You lost me at your Tattler pose. Blah. You had me at your smile. You lost me at...

Kau. Aku. Kita?

Kau, sang penyembur semangat sepanas api abadi. Mengembalikan jejak kehidupan di raga yang hampir mati.  Kau, tiga aksara yang mampu menampung semesta. Satu sosok tak...

Don't Miss